Seragam ASN Dan PPPK Resmi Disetarakan! Cek Panduan Jahit Seragam ASN 2026 Agar Tampil Rapi Dan Profesional

Reporter: Ryan 
| Editor: Redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Gunakan Trikot untuk Tenun/Lurik: Bahan tenun cenderung tebal dan mudah renggang. Lapisan trikot (kain keras yang ditempel setrika) akan membuat baju lebih kokoh dan tidak mudah kusut.

Gunakan Furing Katun untuk Batik: Hindari furing poliester yang panas. Pilih furing bahan hero atau katun agar tetap adem saat dipakai bertugas di lapangan.

Bacaan Lainnya

Untuk memberikan kesan modern pada kain tradisional, detail kecil sangat menentukan:

Pria (Hidden Button): Gunakan model kancing tertutup. Dengan menyembunyikan kancing, keindahan motif daerah Anda tidak akan terinterupsi, memberikan kesan bersih dan elegan.

Wanita (Tunik & Kombinasi): Model tunik panjang yang menutupi panggul diprediksi tetap menjadi primadona di 2026. Anda juga bisa menambahkan sedikit kombinasi kain polos warna senada di bagian manset tangan untuk kesan yang lebih modis namun tetap formal.

Perlakuan Khusus Sebelum Jahit:

Salah satu kesalahan fatal adalah menjahit kain dalam kondisi baru dari toko.

Proses Penyusutan: Kain batik dan tenun (khususnya ATBM) memiliki risiko menyusut setelah pencucian pertama. Rendam kain dalam air tanpa deterjen selama 15-30 menit, lalu keringkan tanpa diperas sebelum dibawa ke penjahit. Ini menjamin ukuran baju tidak akan “mengecil” setelah jadi.

Keseragaman adalah identitas, namun kerapian adalah bentuk kehormatan terhadap jabatan. Penggunaan seragam yang pas di badan akan meningkatkan kepercayaan diri ASN saat melayani masyarakat.(bos)

Pos terkait