Siapa Yang Terakhir Bersama Vika Serwutun? Keluarga Gugat Narasi Bunuh Diri Dan Desak Transparansi Polisi

Reporter: Ryan 
| Editor: Redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

KUPANG, NarasiTimur.com- Kasus kematian Yohana Fransiska Serwutun, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Vika terus bergulir.

Meski narasi yang berkembang menyebutkan Vika meninggal akibat bunuh diri, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, Chris M. Bani, S.H., secara tegas menggugat kesimpulan tersebut.

Bacaan Lainnya

Dalam rilis resminya pada Senin 27 April 2026, Chris menyatakan bahwa teka-teki kematian Vika tidak bisa dijawab hanya dengan asumsi.

Keluarga mendesak aparat Polresta Kupang Kota untuk membongkar dasar pembuktian secara transparan dan berbasis ilmiah (scientific crime investigation).

Chris mempertanyakan apakah hasil Visum et Repertum benar-benar konsisten dengan pola kematian bunuh diri. Secara forensik, kasus gantung diri memiliki indikator spesifik pada pola jeratan dan arah ligatur. Ketidaksesuaian kecil pada detail ini dapat mengubah seluruh konstruksi hukum kasus tersebut.

“Publik dan keluarga berhak tahu. Apakah luka-luka yang ditemukan memang khas bunuh diri, atau justru ada indikasi kekerasan lain yang terabaikan?” ujar Chris.

Selain keraguan medis, aspek motif juga menjadi teka-teki besar. Hingga saat ini, keluarga merasa tidak ada penjelasan logis mengenai faktor pemicu seperti depresi atau tekanan mental berat yang mampu mendorong Vika mengambil keputusan nekat tersebut.

Siapa Alfin Bria? Sosok Terakhir di Lingkaran Kejadian

Salah satu poin penting dalam gugatan keluarga ini adalah posisi seorang pria bernama Alfin Bria. Nama Alfin mencuat sebagai sosok yang diduga kuat menjadi orang terakhir yang melihat Vika dalam keadaan hidup, sekaligus orang pertama yang menemukan jasad korban.

Pos terkait