Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Kupang,Narasitimur.Com-Sebuah momen bersejarah terjadi di SDK St. Fransiskus Xaverius Buraen pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sekolah yang terletak di wilayah Amarasi Selatan ini kedatangan tokoh kedokteran dunia, Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, SpBS (K), PhD.
Sosok ahli bedah saraf pertama di Asia ini menunjukkan komitmen besar melalui kunjungannya, berbekal pengalaman luar biasa dalam mengangkat tumor batang otak.. Bukan sekadar berkunjung, ternyata beliau hadir untuk memberikan sosialisasi pendidikan dan kesehatan bertajuk “Mengenal Keajaiban Otak Manusia”. Oleh karena itu, momen ini menjadi bentuk dukungan nyata bagi pertumbuhan anak-anak di Nusa Tenggara Timur.
Motivasi Khusus untuk “Si Bocah Jenius” Nono
Prof. Eka, seorang pakar saraf, mengunjungi sang juara matematika dunia, Nono, untuk memotivasi pengembangan potensi intelektualnya. Kunjungan ini diharapkan mampu memicu semangat siswa di pelosok Kupang untuk berani bermimpi menjadi dokter spesialis..
“Kehadiran Prof. Eka adalah berkah luar biasa bagi kami. Beliau datang bukan hanya sebagai dokter, tapi sebagai inspirasi hidup bagi Nono dan seluruh siswa di Buraen,” ujar Sofia Walde, S.Pd, Kepala Sekolah SDK St. Fransiskus Xaverius Buraen.
Mengenal Keajaiban Otak dan Peluang Beasiswa Kedokteran UPH
Dalam pemaparannya, Guru Besar dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) ini menjelaskan betapa krusialnya kesehatan saraf dalam proses belajar anak. Beliau menekankan bahwa nutrisi dan pola asuh yang tepat adalah kunci utama memaksimalkan fungsi otak sejak dini.
Tak hanya soal kesehatan, Prof. Eka juga membawa kabar gembira terkait akses pendidikan tinggi. Beliau memaparkan peluang Beasiswa Kedokteran UPH bagi putra-putri berprestasi dari daerah. Kunjungan ini bertujuan membangkitkan tekad siswa-siswi di pelosok Kupang agar berani mengejar cita-cita menjadi dokter spesialis
Kegiatan ini dihadiri oleh para guru, orang tua murid, dan tokoh masyarakat setempat. Sosialisasi ini bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa sinergi antara kesehatan fisik dan kualitas pendidikan adalah pondasi utama mencetak generasi unggul.
Prof. Eka Julianta menjadi bukti komitmen SDK Buraen dalam meningkatkan standar pendidikan dan wawasan global masyarakat.ard






