Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Kekhawatiran publik muncul karena logika “makin luas laut makin banyak oksigen” dianggap menyederhanakan krisis iklim.
Berikut adalah fakta sains yang meluruskan narasi tersebut.
Yang pertama mencairnya es adalah tanda pemanasan global. Air laut yang semakin panas justru mengalami deoksigenasi (penurunan kadar oksigen) dan dapat membunuh fitoplankton.
Kedua, perubahan salinitas (kadar garam) akibat lelehan es kutub dapat mengganggu arus laut dan siklus hidup organisme laut yang memproduksi oksigen.
Dan terkahir, peningkatan permukaan air laut akibat es mencair lebih bersifat destruktif bagi pesisir daripada memperluas area produktif bagi fotosintesis laut.
Pernyataan Victor Laiskodat secara tidak langsung mengangkat kembali perdebatan lama tentang Amazon. Hutan Amazon sering disebut paru-paru dunia, namun secara netto, kontribusi oksigennya ke atmosfer hampir nol karena oksigen yang dihasilkan langsung dikonsumsi oleh ekosistem di dalamnya.
Peran vital Amazon sebenarnya adalah sebagai penyerap karbon (carbon sink). Sementara itu, laut tetap menjadi pemasok oksigen utama, asalkan ekosistemnya tidak terganggu oleh kenaikan suhu ekstrem akibat mencairnya es di kutub.(bos)







