Inovasi Kurikulum Lokal NTT: SMAN 1 Amarasi Selatan Launching Budidaya Cabai, Kadis PK NTT Tantang Guru Jadi Agen Penyelamat Anak Putus Sekolah!

Reporter: Ryan 
| Editor: Redaksi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo saat melaunching Implementasi Kurikulum Berbasis Potensi Lokal melalui program budidaya tanaman cabai lokal di SMAN 1 Amarasi Selatan, Selasa 30 September 2025.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

KUPANG, Narasitimur.com SMA Negeri 1 Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, secara resmi melaunching Implementasi Kurikulum Berbasis Potensi Lokal melalui program budidaya tanaman cabai lokal pada Selasa (30/09/2025).

Acara penting ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis PK) Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., yang tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WITA.

Bacaan Lainnya

Kedatangan Kadis PK disambut meriah dengan nuansa adat lokal yang kental. Anggota Pramuka membentuk barisan pagar betis, diikuti iringan tarian kehormatan.

Di teras sekolah, sejumlah murid menyambut dengan tuturan adat “Natoni” dalam bahasa Dawan, “Aa sramat”, sebagai simbol penghormatan tertinggi bagi tamu kehormatan. Sejumlah Kepala Sekolah SMA se-Kabupaten Kupang dan Pengawas SMA/SMK turut hadir menanti.

Pose bersama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT bersama MKKS SMA/SMK Kabupaten Kupang dan para guru SMAN 1 Amarasi Selatan saat launching program Polo budidaya tanaman cabai lokal.

Melawan Teori dengan Praktik: Program POLO Budidaya Cabai

Dalam laporannya, Kepala SMAN 1 Amarasi Selatan, Tomas Alfa Edison, S.Pd., M.Pd., Gr, menjelaskan bahwa launching ini bertujuan untuk mendorong implementasi kurikulum baru yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung. Sekolah mengembangkan Program POLO (Potensi Lokal), di mana setiap siswa diwajibkan menanam dan merawat lima pohon cabai lokal di lingkungan sekolah hingga berbuah.

Pos terkait