Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Ia meminta agar guru aktif mencari dan membawa kembali siswa yang menunjukkan gejala putus sekolah, menggarisbawahi peran guru sebagai agen penyelamat masa depan anak.
Peluncuran implementasi kurikulum ini ditutup dengan tepuk tangan bersama dan penanaman cabai secara simbolis, menandai komitmen baru SMAN 1 Amarasi Selatan dalam membentuk generasi muda yang terampil, berkarakter, dan mencintai potensi lokal mereka.
Kadis PK NTT juga menanti undangan dari sekolah-sekolah lain untuk melanjutkan launching kurikulum berbasis potensi lokal ini.(bos)






