Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
“Tujuan utama program ini adalah melatih siswa menanam, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal kewirausahaan bagi siswa, baik saat mereka masih bersekolah maupun setelah tamat,” ujar Tomas.
Muatan lokal ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif, menggali warisan budaya, dan memahami tantangan lokal. Dengan demikian, siswa diharapkan mengembangkan pemahaman mendalam tentang lingkungan sekitar mereka, serta mengasah keterampilan hidup yang relevan dan berguna.

Kurikulum Cabai Terintegrasi dalam Mata Pelajaran
Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang, Simon Gasang, S.Pd., M.Ba, mengarahkan bahwa program inovatif ini berawal dari In House Training (IHT) pada akhir Juni 2025 di SMAN 1 Amarasi Selatan.
Pengembangan kurikulum muatan lokal budidaya cabai ini telah diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran, khususnya pada Capaian Pembelajaran (CP)/Tujuan Pembelajaran (TP), serta modul ajar mata pelajaran Prakarya dan Muatan Lokal (Mulok).
Simon Gasang juga menghimbau kepada seluruh Kepala Sekolah dan guru SMA/SMK se-Kabupaten Kupang untuk segera mengadopsi dan melaksanakan program pengembangan potensi lokal serupa di sekolah masing-masing.
Kadis PK NTT: Budidaya Cabai dan Tantangan ‘QUICK WIN’ untuk Guru
Dalam sambutannya, Kadis PK Prov. NTT, Ambrosius Kodo, menekankan beberapa poin krusial, termasuk implementasi program QUICK WIN.






