Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Program ini merupakan tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi yang bertujuan memetakan bakat dan minat siswa, khususnya bagi mereka yang bercita-cita menjadi polisi, tentara, atau melanjutkan ke sekolah kedinasan.
Terkait Kurikulum Berbasis Potensi Lokal, Kadis menegaskan pentingnya melatih keterampilan anak-anak untuk mengolah dan memaksimalkan potensi lingkungan. “Sekolah di Amarasi, ya kita belajar apa yang ada di Amarasi. Misalnya, bagaimana menanam ubi dan lain-lain,” ujarnya.
Ia secara tegas menepis stigma bahwa masyarakat NTT yang makan ubi identik dengan kelaparan.
“Memangnya ubi itu bukan makanan?” tantangnya.
Kadis Kodo juga memberikan motivasi yang sangat inspiratif dengan berbagi pengalamannya dalam budidaya cabai.
“Jika hari ini di SMAN 1 Amarasi Selatan menanam 1.000 anakan cabai, saya sudah berpengalaman menanam 5.000 anakan cabai dan panen dalam jangka waktu 3 bulan dengan meraup uang sebanyak Rp.60.000.000,” ungkapnya, disambut decak kagum.
Fokus Utama: Karakter dan Penyelamatan Anak Putus Sekolah
Selain fokus pada potensi lokal, Kadis PK juga menekankan pentingnya karakter sebagai kunci perubahan dan kesuksesan. Karakter yang baik, menurutnya, harus ditunjukkan melalui teladan, terutama oleh para pemimpin dan guru.
Pada akhir sambutannya, Kadis melontarkan tantangan serius kepada para guru dan Kepala Sekolah: “Kesuksesan guru diukur dari bagaimana usahanya menghantar anak itu sampai berhasil. Berapa jumlah anak yang bersekolah, usahakan anak-anak itu sampai tamat dengan jumlah yang sama.”






