Saat Siswa SDN Loemanu Harus Belajar Di Atas Lumpur Dan Terjang Luapan Air

Reporter: Ryan 
| Editor: Redaksi
Oplus_131072

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

KUPANG, NarasiTimur.com- Sebanyak 30 siswa kelas 1, 2, dan 3 di UPTD SDN Loemanu terpaksa menjalani proses belajar mengajar di sebuah bangunan darurat beralaskan tanah yang kini berubah menjadi kubangan lumpur.

Kondisi memprihatinkan ini semakin parah saat hujan mengguyur. Luapan air seringkali merembes masuk ke dalam ruang kelas, memaksa aktivitas belajar mengajar dihentikan seketika demi keselamatan para siswa.

Bacaan Lainnya

Kepala Sekolah UPTD SDN Loemanu, Arnichus Loit, mengungkapkan bahwa pemandangan ruang kelas berlumpur ini sudah menjadi “makanan harian” sejak Desember 2025.

Pihak sekolah mengaku hanya bisa pasrah melihat anak didik mereka belajar dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

“Setiap ada hujan air pasti masuk dan kegiatan belajar mengajar harus berhenti. Kami pasrah dan jalani saja,” keluh Arnichus saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 2 Januari 2026.

Gedung Hasil Swadaya

Gedung darurat yang kini beratap daun dan bertiang kayu itu sebenarnya adalah hasil swadaya orang tua siswa pada tahun 2025.

Langkah ini terpaksa diambil karena gedung permanen yang tersedia hanya berjumlah tiga ruangan yang merupakan bantuan dari Yayasan CT ARSA Foundation saat ini diprioritaskan untuk siswa kelas 4, 5, dan 6.

Meski warga sudah berinisiatif mengumpulkan semen untuk membuat lantai permanen, namun material yang terkumpul belum juga mencukupi.

Arnichus juga mengaku kondisi ini sudah dilaporkan secara rutin melalui laporan harian sekolah, hingga kini belum ada respon nyata dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang.

Pos terkait