Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Kupang,Narasitimur.Com-Kondisi memprihatinkan menyapa siapa pun yang berkunjung ke jantung Kecamatan Amarasi Selatan. Di sana, Pasar Buraen—yang selama ini menyangga denyut ekonomi masyarakat lokal—sedang merana.
Usia bangunan yang tua dan cuaca ekstrem akhirnya menumbangkan pertahanan pasar ini. Salah satu blok bangunan utama kini menganga tanpa atap setelah struktur materialnya roboh total. Reruntuhan material yang berserakan di lokasi tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga secara nyata mengancam keselamatan para pedagang dan pengunjung yang beraktivitas di sekitarnya.
Mirisnya, kondisi “seperti bangunan peninggalan perang” ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa ada tanda-tanda renovasi dari pihak berwenang.
Geliat Ekonomi di Tengah Reruntuhan
Meskipun infrastruktur pasar rusak berat, semangat juang para pedagang tidak surut. Setiap hari Selasa, Pasar Buraen tetap diserbu ribuan warga. Transaksi hasil bumi, ternak, hingga kuliner khas Sei tetap berputar kencang di atas tanah yang becek dan di bawah bayang-bayang plafon yang menggantung.
“Kami sudah bertahun-tahun jualan dengan kondisi begini. Atap itu sudah roboh lama, tapi mau bagaimana lagi? “Selasa biasanya ramai, tapi saat hujan turun, kami semua langsung lari mencari peneduh yang tidak bocor,” keluh salah satu pedagang
Kondisi ini menjadi rapor merah bagi infrastruktur di Kabupaten Kupang. Di satu sisi, pasar ini menunjukkan resiliensi ekonomi masyarakat desa yang luar biasa, namun di sisi lain, pengabaian terhadap kelayakan fasilitas publik ini merupakan bom waktu yang siap meledak kapan saja
Masyarakat Amarasi Selatan berharap agar pemerintah tidak hanya datang saat momen politik, tetapi benar-benar hadir untuk memperbaiki fasilitas vital ini. Revitalisasi Pasar Buraen dianggap mendesak untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi lokal yang sebenarnya sangat mandiri.







