Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Narasitimur.com, Jakarta- Memasuki pertengahan tahun 2025, Indonesia kembali menghadapi kenyataan pahit: bencana alam terus terjadi dengan intensitas tinggi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.049 kejadian bencana terjadi sejak 1 Januari hingga 31 Juli 2025.
Mayoritas merupakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, dan tanah longsor, yang menyumbang lebih dari 98% dari total kejadian.
Data yang dirilis BNPB per 31 Juli 2025, menunjukkan bahwa Jawa Barat mencatat jumlah bencana tertinggi di Indonesia dengan total 278 kejadian.
Disusul oleh Jawa Tengah 171 kejadian, Sumatera Barat 169 kejadian, serta Aceh 126 kejadian.
Di sisi lain, wilayah seperti Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan sebagian wilayah Maluku mencatat jumlah bencana yang relatif kecil, yaitu di bawah 10 kejadian sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini.
Jenis Bencana yang Paling Sering Terjadi
Dari sisi jenis bencana, banjir menjadi ancaman utama, dengan 1.138 kejadian tercatat di seluruh Indonesia.
Diikuti oleh cuaca ekstrem sebanyak 402 kejadian, karhutla (kebakaran hutan dan lahan) sebanyak 309 kejadian, serta tanah longsor 163 kejadian.
Meski jumlahnya lebih kecil, bencana geologi seperti gempa bumi (11 kejadian) dan erupsi gunung api (4 kejadian) tetap menjadi perhatian, terutama karena potensi dampaknya yang besar.
Korban dan Dampak Kemanusiaan
Selama periode ini, BNPB mencatat 298 orang meninggal dunia, 28 orang hilang, dan 490 orang mengalami luka-luka akibat berbagai bencana.







