Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
JAKARTA, NarasiTimur.com- Indonesia, yang secara geografis berada dekat dengan khatulistiwa, umumnya jarang menjadi lokasi pembentukan siklon tropis secara langsung.
Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa wilayah perairan di sekitar Indonesia sering menjadi jalur lintasan atau lokasi pembentukan bibit siklon yang berdampak signifikan, memicu bencana banjir bandang, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur yang luas.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara rutin memantau potensi ancaman ini.
Data historis BMKG mencatat beberapa nama siklon yang jejaknya masih membekas, dari yang paling dahsyat seperti Seroja Di NTT, hingga yang paling langka seperti Senyar di Selat Malaka.
BMKG membagikan rekam jejak empat siklon tropis yang telah memberikan dampak serius bagi beberapa wilayah di Indonesia.
1. Seroja (2021) Nusa Tenggara Timur (NTT)
Siklon Tropis Seroja menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah modern Indonesia. Berawal dari Bibit Siklon Tropis 99S, badai ini berkembang melampaui ambang batas siklon dimana kecepatan angin di atas 64 km/jam.
Dampaknya membawa malapetaka ke NTT. Korban jiwa tercatat mencapai 182 orang meninggal, 47 orang hilang, dan 184 orang luka-luka. Selain itu, lebih dari 8.478 jiwa terpaksa mengungsi.
2. Cempaka (2017) Jawa Tengah
Terbentuk dari Bibit Siklon 95S, Siklon Tropis Cempaka bergerak mendekat hingga sekitar 105 km dari darat Jawa Tengah dengan kecepatan angin maksimum 45 km/jam. Meskipun kecepatan anginnya relatif lebih rendah, dampaknya luar biasa.






