Festival Lingae, Cara Anak Muda Semau Menjaga Tarian Leluhur

Reporter: Ryan 
| Editor: Redaksi
Oplus_131072

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Masyarakat Semau terus melestarikan budaya mereka dalam Festival Tarian Adat Helong “Lingae”.

Festival yang dipadukan dalam rangkaian Lazarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) II Tahun 2025 ini menjadi penanda budaya Helong di Pulau Semau sedang dirawat dengan bangga oleh generasi penerusnya.

Bacaan Lainnya

Pada Jumat 24 Oktober 2025 lalu ratusan warga memadati lokasi, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pelestarian warisan leluhur.

Tarian Lingae bagi Suku Helong bukan sekadar pertunjukan seni. Ia adalah cerminan filosofi hidup yang telah diwariskan turun-temurun.

Tarian ini melambangkan kebersamaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi identitas orang Helong.

Alfen Papa, Ketua Panitia kegiatan, menegaskan bahwa tujuan utama festival ini melampaui sekadar hiburan.

“Kami ingin anak-anak muda tahu bahwa tarian Lingae bukan sekadar tarian, tapi juga simbol jati diri orang Helong. Ini adalah upaya nyata kami memperkenalkan dan melestarikan tarian adat Helong agar nilai-nilai budaya ini tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” ungkap Alfen.

Puluhan Tim Adu Kreasi dan Loyalitas

Sebanyak 16 tim penari adat Helong dari dua wilayah, yakni Kecamatan Semau dan Semau Selatan, turut berpartisipasi menunjukkan kemampuan mereka.

Pada malam pembukaan yang penuh semangat, penampilan dari SMA Negeri 1 Semau berhasil mencuri perhatian penonton.

Partisipasi aktif dari institusi pendidikan ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menanamkan kecintaan budaya lokal.

Festival ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Pelaksana Harian Kepala Desa Otan, para Kepala Desa lainnya, dan tokoh adat se-Kecamatan Semau, yang kehadirannya menambah bobot dan legitimasi acara budaya ini.

Pos terkait