Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
NTT Butuh Sistem, Bukan Sekadar Seremonial
NTT tidak butuh Sinterklas yang datang sekali setahun saat musibah terjadi. Yang kita butuhkan adalah:
Aparatur Desa yang Peka: Kepala Dusun, RT, dan RW harus tahu persis siapa warganya yang hari ini tidak bisa sekolah karena kendala biaya alat tulis. Mereka adalah ujung tombak, bukan sekadar tukang stempel administrasi.
Sekolah yang Melindungi, Bukan Menghakimi: Jangan ada lagi guru atau lingkungan sekolah yang memberi sanksi atau membiarkan anak merasa minder hanya karena atribut fisik (seragam, buku, sepatu).
Dana Taktis Respons Cepat: Pemerintah Daerah harus memiliki anggaran darurat sosial yang bisa cair dalam hitungan jam untuk menangani kasus kemiskinan ekstrem yang bersifat mendesak.
Mari kita berhenti merayakan kepedulian yang terlambat. Tragedi di Ngada adalah tamparan bahwa kemiskinan bukan sekadar angka statistik dalam pidato pejabat, melainkan urusan hidup dan mati di dunia nyata.
Jangan biarkan ada lagi anak-anak kita yang mengubur masa depannya karena kita terlalu sibuk dengan urusan diri sendiri dan baru terbangun saat nyawa sudah tak ada.
Karena sesungguhnya, kado dari Sinterklas tidak ada gunanya bagi mereka yang sudah berada di bawah tanah.







