Harmoni Budaya Atadei dan Amarasi Warnai Penjemputan Imam Baru RD. Oskar Wawin

Reporter: Ardo 
| Editor: Redaksi
Penjemputan Imam Baru

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Kupang,Narasitimur.Com-Keberagaman budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) terpancar indah dalam acara penjemputan Imam Baru, RD. Martinus Rudolfus Laga Wawin (akrab disapa Romo Oskar), di tanah Amarasi, tepatnya di Paroki St. Yohanes Pemandi Buraen. Prosesi ini menjadi simbol persatuan dua budaya besar, yakni Atadei (Lembata) dan Amarasi (Kabupaten Kupang).

Rombongan keluarga besar yang datang mendampingi Romo Oskar tampil memukau dengan balutan busana adat khas Atadei, Lembata. Para pria tampak gagah mengenakan Nowing, sementara kaum wanita tampil anggun dengan Petek (sarung tenun ikat asli Atadei). Kehadiran kain-kain tradisional ini membawa nuansa sakral dan kebanggaan akan akar leluhur sang Imam Baru.

Bacaan Lainnya

Prosesi Adat Natoni dan Natais Taimuti

Tradisi Natoni menyambut hangat rombongan keluarga saat mereka tiba di gerbang Paroki Buraen. Para tokoh adat (Tua Adat) menuturkan syair-syair adat Amarasi yang memberikan kesan mendalam sebagai bentuk penghormatan serta penerimaan resmi di tanah Amarasi.

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, umat mengenakan pakaian adat Amarasi, Natais Taimuti, kepada Romo Oskar. Mereka juga mengalungkan selendang untuk menyimbolkan ikatan kasih yang kuat antara sang gembala dengan umatnya.

Bagi umat di Paroki Buraen, momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan kesempatan langka untuk menerima Berkat Perdana dari putra daerah yang kini telah resmi menjadi pelayan Tuhan. Banyak umat yang antusias mengantre untuk didoakan dan mendapatkan berkat khusus dari sang Imam.

Kejadian unik ini menunjukkan betapa kuatnya toleransi dan persaudaraan di Keuskupan Agung Kupang. Meski Romo Oskar memiliki darah keturunan Atadei, masyarakat Amarasi menerimanya dengan tangan terbuka sebagai putra mereka sendiri. Perpaduan antara tenunan Lembata dan adat Natoni Amarasi membuktikan secara nyata bahwa iman mampu menyatukan berbagai perbedaan budaya menjadi sebuah harmoni yang indah.ardo

Pos terkait