Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Kupang,Narasitimur.Com-Suasana khidmat menyelimuti Gereja Katolik Paroki St. Yohanes Pemandi Buraen pada hari ini. Sebanyak 15 orang umat yang berasal dari berbagai Kelompok Basis Gerejani (KBG) dan Stasi resmi dilantik menjadi Lektor dan Lektris dalam perayaan Ekaristi kudus.
Pelantikan ini merupakan puncak dari rangkaian pembekalan intensif selama lima hari yang diberikan langsung oleh para Pastor di Paroki St.Yohanes Pemandi Buraen. Para pelayan sabda ini kini mengemban tugas mulia untuk membacakan Kitab Suci dalam perayaan liturgi gereja.
Transformasi Tradisi: Dari Klerus ke Kaum Awam
Dalam homilinya, Romo Aven menjelaskan sejarah mendalam mengenai peran Lektor dalam Gereja Katolik. Dahulu, peran ini merupakan bagian dari tahapan tahbisan suci seorang imam. Namun, pasca Konsili Vatikan II, gereja membuka pintu bagi kaum awam untuk mengambil bagian dalam tugas suci ini.
Gereja kini membuka peran Lektor atau Lektris bagi kaum awam. Romo Aven menyampaikan di hadapan kandidat dan umat bahwa tanggung jawab ini mencakup kaum perempuan, bukan hanya bapak-bapak saja
Mengacu pada bacaan pertama mengenai kisah Nabi Yeremia, Romo Aven menekankan pentingnya refleksi diri. Beliau menyebut peran Lektor mirip dengan tugas nabi yang “meratakan” jalan. Sebelum mewartakan firman kepada orang lain, seorang Lektor harus terlebih dahulu meratakan atau membenahi kehidupan pribadinya.
“Tugas pertama seorang Lektor bukanlah membacakan, tetapi mendengarkan. Mendengarkan berarti menggeluti Firman Allah sebelum naik ke mimbar. Kita harus merenungkan sabda Tuhan untuk menemukan makna hidup sendiri sebelum membicarakan orang lain,” tambahnya
Lebih lanjut, Romo Aven memberikan pesan menohok mengenai integritas. Menurutnya, tugas sebagai Lektor dan Lektris adalah tugas yang unik dan penuh tantangan. Seseorang bisa saja membaca dengan ekspresi yang bagus dan suara yang jelas di gereja, namun yang terpenting adalah implementasinya di rumah dan masyarakat.
“Apa yang kita wartakan tentang kasih dan kebenaran Tuhan harus nyata dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang diucapkan harus sesuai dengan apa yang dilakukan. Iman yang kita miliki adalah karya Allah yang istimewa,” tegasnya.
Doa pengutusan menutup rangkaian pelantikan ini, mengawali masa bakti ke-15 para Lektor dan Lektris tersebut .Harapannya, semangat baru ini dapat memberikan warna bagi pelayanan liturgi di Paroki St. Yohanes Pemandi Buraen dan menjadi berkat bagi sesama.






