Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Peningkatan Alokasi Dana BOS yang Realistis. Pemerintah perlu mengevaluasi kembali standar biaya operasional riil sekolah. Jika alokasi BOS tidak mencukupi, maka kebutuhan itu harus diakomodir oleh APBD atau APBN, atau difasilitasi cara penggalangan dana yang transparan dan legal.
Penguatan Kapasitas Komite Sekolah. Berikan pelatihan yang memadai kepada anggota komite sekolah mengenai manajemen keuangan, transparansi, dan komunikasi. Mereka harus menjadi garda terdepan dalam membangun kepercayaan antara sekolah dan orang tua.
Ombudsman sebagai Mediator, Bukan Hanya Penindak. Peran Ombudsman sangat penting sebagai pengawas, namun mereka juga harus berfungsi sebagai mediator yang konstruktif. Libatkan Ombudsman dalam dialog tiga pihak (sekolah, komite, pemerintah) untuk mencari solusi win-win, bukan sekadar memberikan sanksi.
Kepemimpinan Visioner Gubernur. Gubernur NTT sebagai pucuk pimpinan harus menjadi lokomotif perubahan. Dengan kebijakan yang jelas, transparan, dan partisipatif, ia dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi semua pemangku kepentingan untuk bergotong royong memajukan pendidikan, tanpa ada rasa takut akan kriminalisasi.
Pada akhirnya, tujuan kita bersama adalah menciptakan sistem pendidikan SMA di NTT yang tangguh, adaptif, dan mampu menghasilkan generasi berkualitas yang siap bersaing di kancah global.
Ini hanya bisa terwujud jika kita mau duduk bersama, mengesampingkan ego sektoral, dan berfokus pada esensi; bagaimana caranya agar anak-anak kita mendapatkan pendidikan terbaik, bagaimanapun sumber daya yang tersedia? Dengan semangat kolaborasi dan pemahaman yang lebih baik tentang peran masing-masing, saya yakin benang kusut ini bisa kita uraikan.






