Ombudsman Sidak RSU Mamami: Ada Apa di Balik Keracunan Massal Siswa SMPN 8 Kupang?

Reporter: Ryan Tapehen  
| Editor: Redaksi
Siswa SMPN 8 Kupang keracunan makanan sementara dirawat di RS Mamami Kupang, Selasa 18 Juli 2025.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Kupang- Puluhan siswa SMPN 8 Kota Kupang dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa 22 Juli 2025.

Kejadian yang menyita perhatian publik ini memicu reaksi cepat dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan NTT, yang langsung melakukan inspeksi mendadak ke RSU Mamami Kupang.

Bacaan Lainnya

Kedatangan tim Ombudsman pada pukul 13.00 WITA bertujuan untuk melihat langsung kondisi siswa dan kualitas penanganan medis.

Dari pantauan di lapangan, sebagian besar siswa berada dalam kondisi sadar, namun mengalami keluhan seperti sakit perut dan mual.

Sebelumnya, beredar luas video dari warga yang menunjukkan puluhan siswa dirujuk ke RS Siloam, RSU Mamami, dan RSUD SK Lerik. Jumlah siswa yang terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang.

Ombudsman Dorong Uji Laboratorium dan Investigasi Menyeluruh

Kepala Ombudsman RI perwakilan NTT, Darius Beda Daton menegaskan pentingnya uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi siswa.

Dirinya mendorong agar BPOM atau laboratorium kesehatan daerah segera turun tangan untuk mengetahui apakah makanan dari program MBG adalah sumber keracunan.

Tak hanya itu, Ombudsman juga menyoroti peran Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Menurutnya, perlu ada penyelidikan epidemiologi untuk menilai apakah insiden ini memenuhi kriteria sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan, sesuai dengan Permenkes No. 2 Tahun 2013.

Bila terbukti bahwa makanan dari program MBG menjadi penyebab keracunan, Ombudsman mendesak evaluasi total terhadap penyedia makanan di sekolah-sekolah NTT.

Pos terkait