Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Kupang- Suasana mendadak darurat di lingkungan SMP Negeri 8 Kupang ketika ratusan siswa mengalami mual, muntah, dan diare.
Hal itu terjadi usa mereka menyantap makanan bergizi gratis (MBG) pada Selasa 22 Juli 2025 yang memicu kekhawatiran publik setelah insiden massal ini terjadi.
Kejadian Beruntun
Pada pagi hari, puluhan siswa mulai mengeluhkan sakit perut usai mengonsumsi menu berisi tahu tepung, sayur, dan rendang.
Gejala kemudian menyebar cepat ke siswa lain. Unit Kesehatan Sekolah (UKS) tak mampu lagi menampung pasien, sehingga belasan siswa langsung dirujuk ke Puskesmas terdekat.
Orang tua yang mengetahui anak mereka mengalami gejala keracunan segera datang ke sekolah dan melarikan anak mereka ke beberapa rumah sakit terdekat.
Seiring waktu berjalan, total siswa yang terdampak membengkak hingga lebih dari 140 orang. Sebagian besar akhirnya dirawat di beberapa rumah sakit termasuk RS Siloam Kupang, RSUD SK Lerik, dan RSU Mamami.
Wali Kota Kupang, Christian Widodo, langsung turun tangan. Ia menegaskan bahwa evaluasi total akan dilakukan terhadap proses distribusi dan penyajian MBG di sekolah-sekolah.
Dinas Kesehatan Kota Kupang bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium.
Hasil uji laboratorium masih dalam proses, dan ditargetkan keluar dalam waktu 48 jam.
Pemerintah juga tengah menelusuri pihak penyedia katering MBG yang melayani ribuan siswa di wilayah tersebut.
Ombudsman Nusa Tenggara Timur mengapresiasi kecepatan rumah sakit dalam menangani siswa yang terdampak. Mereka juga menyerukan pentingnya transparansi hasil investigasi dan penguatan standar pengawasan makanan di lingkungan sekolah.







