“Timurnesia”, Identitas Baru Musisi Indonesia Timur yang Lahir Di Tangan Silet Open Up

Reporter: Ryan 
| Editor: Redaksi
Timurnesia kini jadi satu identitas musik di Indonesia

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Nama-nama seperti Dody Latuharhary, Justy Aldrin, Jackson Seran, Juan Reza, hingga Wizz Baker terlihat hadir menyuarakan pentingnya perlindungan dan ruang bagi musik daerah sebagai kekayaan identitas bangsa.

Mereka berharap pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang berpihak pada keberagaman budaya, sehingga talenta-talenta dari Indonesia Timur memiliki panggung dan hak yang sama di mata negara.

Rapat terbuka ini menjadi tonggak awal agar semangat Timurnesia bisa diimplementasikan ke dalam kebijakan nyata.

Tujuannya untuk memastikan ekosistem musik Indonesia Timur tidak hanya tumbuh secara sporadis melalui media sosial, tetapi memiliki dasar hukum dan dukungan infrastruktur kebudayaan yang kuat.

Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, menjelaskan bahwa lahirnya Timurnesia berangkat dari aspirasi para musisi Indonesia Timur yang menginginkan ruang ekspresi dan pengakuan yang setara dalam kebijakan kebudayaan nasional.

Menurut Giring, proses ini sejalan dengan rencana Kementerian Kebudayaan untuk menghimpun para musisi Indonesia Timur pada awal 2026.

Giring menegaskan, semangat yang melandasi lahirnya Timurnesia sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar negara hadir bagi seluruh budayawan tanpa terkecuali.

Nilai persatuan dan keberagaman dalam musik juga disebut sebagai warisan pemikiran almarhum Glenn Fredly, yang meyakini musik sebagai ruang kebersamaan dan saling menguatkan.(bos)

Pos terkait