5 Daerah di Indonesia Ini Punya Mahar Paling ‘Aneh’: Ada yang Bayar Pakai Babi dan Gading Gajah!

Reporter: Ryan 
| Editor: Redaksi
gading gajah yang digunakan orang Lamaholot sebagai mahar perkawinan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Narasitimur.com- Indonesia, dengan ribuan suku dan budayanya, tidak pernah kehabisan kejutan, terutama dalam urusan pernikahan.

Lupakan cincin emas atau seperangkat alat salat; di beberapa daerah, mahar yang diminta jauh lebih ekstrem dan tidak biasa, bahkan terkesan “aneh” bagi masyarakat modern.

Berikut adalah 5 daerah di Indonesia dengan tradisi mahar pernikahan aneh yang akan membuat Anda geleng-geleng kepala, dirangkum dari berbagai adat istiadat di Nusantara.

1. Nusa Tenggara Timur (NTT): Belis (Hewan Ternak & Gading Gajah)

Mahar adat di NTT dikenal sebagai Belis. Inilah tradisi yang paling sering membuat calon pengantin pria “berdarah-darah” secara finansial. Belis tidak hanya berbentuk uang, tetapi wajib menyertakan benda-benda adat yang bernilai sakral dan tinggi.

Di beberapa suku, seperti Maumere atau Flores Timur, mahar wajib berupa Gading Gajah. Sementara di banyak wilayah lain, mahar harus dibayar dengan hewan ternak (seperti kerbau, sapi, atau kuda) dalam jumlah yang fantastis. Saking mahalnya, tak jarang calon suami harus mencicil Belis hingga bertahun-tahun setelah sah menikah.

2. Suku Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan: Uang Panai (Mahar Uang yang Fantastis)

Meskipun berupa uang tunai, Uang Panai (Uang Naik) menjadi salah satu tradisi mahar unik Indonesia karena nominalnya yang bisa dibilang gila-gilaan.

Uang Panai adalah uang yang diberikan pihak pria kepada keluarga wanita untuk membiayai pesta. Nominalnya tidak baku, melainkan ditentukan oleh:

Status sosial dan keturunan bangsawan.

Pos terkait