Pesan Menohok Romo Aken di Syukur 25 Tahun Pernikahan: “Cinta Bukan Cuma di Bibir, Tapi Komitmen dalam Sakramen”

Perayaan syukur 25 tahun pernikahan (Pesta Perak) pasangan Yosefus Meo dan Wilhelmina Haba Lena di Buraen

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Bahaya Mengkhianati Cinta Pertama

Dalam pesannya yang cukup keras namun nyata, Romo Aken mengingatkan agar pasangan tidak “memaksa maut memisahkan” dengan cara-cara yang tidak benar akibat rasa bosan atau godaan orang ketiga.

Ia menekankan bahwa cinta pertama dalam sakramen perkawinan adalah cinta yang tulus dan mulia. “Cinta yang lain itu sering kali hanya cinta penasaran atau pemuas nafsu belaka. Anda tidak akan pernah bahagia jika cinta yang pertama sudah dikhianati.”

Bacaan Lainnya

Menutup khotbahnya dengan hangat, Romo Aken memberikan sebuah pantun yang mengajak umat untuk tetap setia dalam iman:

“Jalan ke kota Efesus, di tengah jalan ketemu Rasul Paulus. Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, mari menua bersama Kristus.”

Perayaan 25 tahun pernikahan Yosefus Meo dan Wilhelmina Haba Lena ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kasih Kristus sebagai dasar, sebuah kebersamaan dapat tetap kokoh hingga maut memisahkan secara alami.

Pos terkait