Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KUPANG, NarasiTimur.com–Kecelakaan maut melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Suharto, tepatnya di perempatan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) kampus Universitas Nusa Cendana Kupang, Selasa 24 Februari 2026.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 11.30 WITA ini merenggut nyawa seorang mahasiswa dan menyebabkan seorang pegawai negeri sipil (PNS) mengalami luka-luka.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Kupang Kota, Kompol Sudirman, mengungkapkan kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Beat (DH 6125 KZ) yang dikendarai oleh Priyo Santoso (50), yang merupakan PNS di Undana, bergerak dari arah Fakultas Hukum menuju Fakultas Perikanan.
Pada saat yang bersamaan, muncul sepeda motor Yamaha X-Ride (DH 6528 FG) yang dikendarai oleh Adventio Yisral Riwu (18), mahasiswa asal Sabu Raijua, dari arah Fakultas Otomotif menuju Fakultas Fisip.
Naas, saat keduanya memasuki titik pertemuan di Perempatan Fisip, kedua pengendara diduga tidak berhati-hati dan tidak mengurangi kecepatan. Akibatnya, tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan.
Satu Korban Meninggal Dunia
Akibat benturan keras tersebut, kedua pengendara terpental dan mengalami luka-luka. Warga kampus yang berada di lokasi segera melarikan kedua korban ke Rumah Sakit (RS) Kartini Kupang untuk mendapatkan pertolongan medis.
Usai tiba di rumah sakit Adventio Yisral Riwu dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan.
Korban mengalami luka robek serius pada pelipis mata kanan serta luka lecet di kedua tangan. Sementara itu, pengendara Honda Beat, Priyo Santoso, dilaporkan mengalami bengkak pada kaki kiri dan pusing di kepala.
Kompol Sudirman menambahkan bahwa kasus ini telah ditangani oleh unit laka lantas.
“Petugas sudah mendatangi TKP, melakukan olah tempat kejadian perkara, dan mengamankan barang bukti. Dugaan sementara, kedua pengendara kurang berhati-hati saat memasuki perempatan di area dalam kampus,” ungkap laporan tersebut.
Kondisi jalan di lokasi sebenarnya cukup baik dan lebar, namun arus lalu lintas saat kejadian dilaporkan sepi, yang seringkali membuat pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi.
Untuk itu dirinya mengingatkan seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk tetap mengedepankan keselamatan berkendara, bahkan di dalam lingkungan kampus yang tertutup.
Pengendara diimbau untuk selalu mengurangi kecepatan di setiap persimpangan dan tetap waspada terhadap kendaraan lain dari arah yang berbeda.
Saat ini, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan oleh Satlantas Polrestesta Kupang Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut.(bos)







