Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Kupang,Narasitimur.com-Perayaan syukur 25 tahun pernikahan (Pesta Perak) pasangan Yosefus Meo dan Wilhelmina Haba Lena di Buraen menjadi momentum refleksi mendalam bagi pasangan suami istri Kristiani. Dalam khotbahnya yang lugas dan penuh humor, Romo Bernadus Udjan (RD.Aken) memberikan sentilan keras mengenai tantangan kesetiaan di era digital.
Fenomena “Baku Tipu” di Balik Layar HP
Romo Aken menyoroti realitas pahit kehidupan modern di mana banyak pasangan pandai berkata-kata tentang cinta, namun rapuh dalam komitmen. Ia secara spesifik menyebutkan bahwa kejujuran kini sering kali diuji melalui perangkat kecil di tangan, yakni handphone (HP).
“Banyak kali orang pandai berkata-kata tentang cinta, tetapi takut untuk bertahan. Mulai ada ‘baku tipu’ antara suami istri karena cinta hanya sebatas kata-kata tanpa komitmen yang kokoh,” ujar Romo Aken.
Ia mengingatkan para pasutri di Buraen agar tidak terjebak dalam perselingkuhan digital. “Jangan sampai ada yang mulai cari-cari teman, cek-cek di HP, lalu terjadi ketidakjujuran. Semoga bapak-bapak dan mama-mama di sini jujur semua,” tambahnya yang disambut senyum reflektif umat.
Mengacu pada surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, Romo Aken menegaskan bahwa sehebat apa pun kemampuan ekonomi atau kecocokan kepribadian, semuanya akan runtuh tanpa kasih sejati.
Fondasi utama keluarga Kristiani bukanlah hobi atau materi, melainkan Kasih Agape. Kasih ini adalah kasih yang ,Tanpa pamrih dan tidak mencari keuntungan diri sendiri,Sabar dan murah hati, tidak mudah cemburu atau pemarah dan Mau berkorban, sebagaimana Kristus menderita dan bangkit untuk manusia.
“Kasih bukan cuma identitas atau slogan, tapi harus menjadi gaya hidup dan jiwa dari setiap keluarga Kristiani,” tegasnya.






