Bersatu untuk Negeri: Harmoni Sipil-Militer sebagai Pilar Pertahanan Nasional dan Kemajuan Ekonomi

Oleh : Teofilus Mian Parluhutan
Sekjend Front Marhaenis Indonesia

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Sementara dari Tiongkok Indonesia bisa belajar untuk mengelaborasi riset teknologi strategis yang memiliki multiplier effect. Indonesia perlu membedakan model top-down dan koordinasi terpusat yang dimiliki oleh Tiongkok, dengan kondisi di Indonesia untuk menjaga keseimbangan demokrasi.

Dari Tiongkok Indonesia perlu mengambil inti point mengenai integrasi riset sebagai padanan utama dari praktek yang dimiliki Tiongkok, bukan pendekatan otoriter.

Bacaan Lainnya

Dengan demikian, mekanisme akuntabilitas dan pengawasan sipil tetap diperhatikan untuk menghindari penyelewengan.

Dari Tiongkok kita belajar betapa cepatnya teknologi dan industri bisa dimobilisasi jika ada integrasi yang kuat, dengan tetap menggarisbawahi pelajaran terbesar bagi demokrasi bahwa kecepatan tidak boleh menukar tempat dengan legitimasi.

Indonesia perlu menemukan jalan untuk harmonisasi sipil-militer sebagai tahapan pendewasaan berbangsa dan bernegara.

Relasi sipil-militer tidak selalu dimaknai dikotomis dan dibelah-belah yang efeknya dapat melemahkan tatanan sosial dalam bernegara, melainkan menuju pendewasaan dan proporsional serta kontekstual dalam menempatkan relasi sipil dan militer untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Bersatu untuk Negeri

Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi ancaman yang berlapis: konflik perbatasan, kejahatan transnasional, bencana alam, hingga serangan siber.

Di saat yang sama, Indonesia bercita-cita menjadi negara maju dengan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Pos terkait