Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Sementara Tiongkok memperkenalkan sistem dual-use atau Military-Civil Fusion (MCF) sebagai strategi nasional dalam harmonisasi sipil-militer. Strategi ini dipilih Tiongkok untuk menghapus batas sektoral antara industri pertahanan dan industri sipil, mengarahkan riset universitas, perusahaan, dan institusi negara agar mendukung modernisasi militer dan kapasitas teknologi nasional.
Hasilnya MCF membantu Tiongkok memangkas gap teknologi, menopang program modernisasi militer, dan mendorong kapasitas produksi industri strategis. Kini Tiongkok tercatat sebagai negara yang paling inovatif dalam perkembangan Artificial Intellegence (AI).
Contoh berikutnya datang dari negara Tetangga, yakni Singapura. Singapura mengembangkan konsep Sistem Pertahanan Total (Total Defence), di mana pertahanan tidak hanya urusan militer, tetapi juga masyarakat sipil, ekonomi, psikologis, hingga sosial-budaya.
Dengan populasi kecil dan keterbatasan sumber daya, Singapura menyadari bahwa hanya melalui harmonisasi menyeluruh antara sipil dan militer, mereka bisa bertahan. Kini, Singapura bukan hanya negara dengan militer modern, tetapi juga pusat ekonomi global.
Dari Turki dan Korea Selatan kita bisa belajar bahwa harmonisasi sipil-militer dapat menjadi pondasi membangun industrialisasi modern di Indonesia. Industrialisasi memiliki makna penting untuk menapaki tahapan sejarah Indonesia untuk menjadi negara maju.
Sementara dari Singapura kita bisa melihat bahwa konsep sistem pertahanan yang menyeluruh bukan hanya menempatkan militer untuk menjaga keamanan melainkan kehadiran militer turut vital sebagai komponen penting untuk memajukan perekonomian nasional.






