Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Pertahanan tidak hanya soal senjata, melainkan pangan, energi, teknologi, dan daya saing industri. Sementara konsep lain seperti Security-Development Nexus menggarisbawahi bahwa keamanan stabil adalah prasyarat investasi dan pertumbuhan ekonomi; sebaliknya, pembangunan memperkuat kapasitas negara untuk mempertahankan diri.
Dengan kerangka ini,, harmonisasi sipil-militer adalah syarat bagi keamanan nasional yang berkelanjutan dan sekaligus motor penggerak pembangunan ekonomi.
Penerapan harmonisasi sipil-militer kita bisa belajar dari case berbagai negara. Pasca Perang Korea, negara ini berada di jurang kehancuran. Namun, pemerintah sipil dan militer tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, melainkan juga mendorong industrialisasi.
Militer turut terlibat dalam pembangunan infrastruktur dasar serta mendukung riset teknologi strategis. Sinergi ini mengantarkan Korea Selatan menjadi kekuatan ekonomi dunia, sekaligus tetap waspada terhadap ancaman dari Korea Utara.
Contoh lain datang dari Turki yang membuat catatan menarik. Meski relasi sipil-militernya kerap diwarnai ketegangan politik, militer Turki berhasil berkontribusi pada industri pertahanan domestik yang kini menjadi salah satu yang paling berkembang di dunia.
Teknologi drone Bayraktar, misalnya, bukan hanya memperkuat pertahanan Turki, tetapi juga membuka pasar ekspor yang memperkuat ekonomi nasional. Turki memperlihatkan bagaimana militer ikut mendorong pembangunan infrastruktur strategis.
Sinergi ini menjadikan Turki bukan hanya kekuatan militer regional, tetapi juga pemain penting dalam rantai industri pertahanan dunia.






