Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Jakarta, – Pulau Sulawesi, Timor, dan Sumbawa berpotensi memenuhi 100 persen kebutuhan listriknya dari energi terbarukan hingga tahun 2050
Menurut studi Institute for Essential Services Reform (IESR) yang berkecimpung di bidang energi menyebut sebagai negara kepulauan tropis, Indonesia memiliki keunggulan geografis dan sumber daya untuk mempercepat transisi energi nasional.
IESR menekankan bahwa pendekatan berbasis pulau memungkinkan distribusi energi yang mandiri dan tahan krisis.
Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan transisi energi berbasis pulau lebih efisien dibanding pembangunan jaringan transmisi bawah laut yang bisa tiga hingga lima kali lebih mahal.
Pemanfaatan energi surya, angin, hidro dan biomassa secara lokal juga mengurangi ketergantungan pada pengiriman BBM yang rentan gangguan logistik.
Sulawesi: Kunci Utama Ada di Fleksibilitas Sistem
Melihat potensi 63 GW energi terbarukan, pulau Sulawesi diprediksi akan meningkatkan porsi energi surya dan angin dari 2,4% (2024) menjadi 29% pada 2060.
IESR merekomendasikan investasi dalam baterai, interkoneksi antar pulau, serta perencanaan kelistrikan yang memasukkan fleksibilitas dalam semua skala waktu.
Sementara Pulau Sumbawa memiliki potensi 10,21 GW energi terbarukan. Strategi transisinya mencakup penggantian PLTU yang masih direncanakan dengan pembangkit energi bersih, serta penggunaan hidrogen dan ammonia hijau untuk jangka panjang (2036–2050).
Pulau Timor juga memiliki potensi energi 30,81 GW, dengan energi surya sebesar 20,72 GW.







