Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Meski peluangnya besar, ada tiga tantangan utama, yang pertama pemilihan lokasi yang sesuai kebutuhan listrik dan kondisi geografis.
Ketersediaan tenaga kerja terampil, yang akan diatasi lewat pelatihan bersertifikat bekerja sama dengan BLK, sekolah vokasi, dan universitas.
Koordinasi lintas lembaga untuk memastikan perencanaan dan pelaksanaan berjalan mulus.
Desa Jadi Pusat Perubahan
Pendekatan berbasis koperasi membuat masyarakat desa terlibat penuh—mulai dari perencanaan hingga pengelolaan.
Perlindungan hak tanah, transparansi, dan bebas korupsi akan menjadi prinsip utama. Dengan model ini, desa bukan lagi penerima pasif, tapi penggerak utama transisi energi.
Jika berjalan sesuai rencana, IESR berharap Koperasi Merah Putih akan menjadi simbol kebangkitan energi terbarukan Indonesia.
Desa-desa akan bersinar terang oleh energi matahari, ekonomi bergerak, lapangan kerja terbuka, dan Indonesia melangkah mantap menuju kedaulatan energi.(Bos)







