Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Keteguhan para lansia menjadi cermin kesetiaan yang menginspirasi, menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk mencari kasih ilahi. Setiap pemberhentian dalam Jalan Salib, dari Pintu Gerbang hingga Porta Sancta, menghidupkan kembali kisah sengsara Yesus, mengingatkan peziarah akan harga dari keselamatan.
Rahmat Yubelium: Melewati Pintu Suci
Setibanya di puncak, umat memasuki Porta Sancta, istilah Latin untuk “Pintu Suci,” yang dibuka secara khusus pada Tahun Yubelium. Pintu ini melambangkan pertobatan, pengampunan, dan rahmat Tuhan yang berlimpah.
Perayaan Ekaristi Kudus kemudian dilanjutkan, dipimpin oleh RD. Aken Udjan, didampingi beberapa imam konselebran. Paduan suara Bapak-Bapak Wilayah Sonraen mengiringi misa dengan khidmat.
Dalam kotbahnya, RD. Budi menekankan pentingnya kepercayaan kepada Tuhan, mengutip Kitab Suci: “Allah tahu Jumlah Helai rambut Kita bahkan sanggup jaga setiap helai rambut kita, kita para peziarah jangan lupa diri dan tetap percaya rencana kita pada Tuhan karena Dia lebih tahu hidup kita saat kita butuh pertolongannya. Sebab kalian semua lebih berharga dari pada burung pipit.”
Simfoni Pertobatan dan Pembaruan Diri
Yuven Metboki, Ketua Stasi St. Alfonsus Ponain, mengungkapkan perasaan mendalam umat. Ia menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar perjalanan jasmani, melainkan sebuah simfoni pertobatan dan tarian jiwa menuju kesucian.
“Jalan yang terjal menyadarkan kami bahwa iman butuh pengorbanan, dan kasih ilahi senantiasa menunggu di puncak perjuangan,” ujar Yuven.(bos)






