Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Kupang-Narasitimur.Com-Fajar menyapa dengan lembut di ufuk timur, membawa kehangatan bagi ratusan umat yang memadati Gereja Katolik Paroki St. Yohanes Pemandi Buraen. Di tengah kesunyian pagi yang suci, aroma lilin dan gema nyanyian syukur menandai perayaan kelahiran Sang Juruselamat.
Misa Natal yang dipimpin oleh RD. Daniel Banamtuan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Di balik kemegahan altar, terselip pesan mendalam tentang bagaimana Tuhan menyapa manusia bukan melalui kemewahan, melainkan melalui kesederhanaan palungan di Bethlehem.
Menjadikan Rumah Sebagai “Gereja Kecil”
“Dalam khotbah yang menggetarkan hati, RD. Daniel menekankan bahwa Natal tahun ini memanggil setiap keluarga untuk membangun ‘Gereja Rumah Tangga’. Beliau memandang keluarga bukan sekadar tempat tinggal atau ikatan darah, melainkan sebuah ruang kudus tempat manusia mengundang Tuhan masuk ke dalam kesibukan harian mereka.”
“Kekudusan tidak hanya milik mereka yang berada di biara atau tempat sembahyang,” ujar RD. Daniel dengan nada lembut namun tegas.
Beliau mengingatkan bahwa wajah Allah justru paling nyata terlihat dalam aktivitas sederhana,Di Dapur: Saat ibu menyiapkan makanan dengan penuh cinta untuk keluarga,Di Ruang Tamu: Saat anggota keluarga berkumpul, bersantai, dan merajut keakraban,Di Ladang dan Kantor: Saat ayah dan ibu membanting tulang demi keberlangsungan hidup keluarga.
“Doa keluarga adalah cetak biru kehidupan. Iman akan tampak paling nyata ketika dijalani bersama dalam hidup setiap hari,” tambahnya.






