Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Puncak kegiatan pada hari terakhir ditandai dengan sesi Microteaching. Ibu Graciane Florentine Barung, S.Pd. dari SDK St. Fransiskus Xaverius Buraen menjadi sorotan dengan aksi pada Modul 4, mendemonstrasikan pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dalam kehidupan sehari-hari. Penampilan yang diamati oleh Observer Ibu Hatija, S.Pd. ini menjadi bukti kesiapan guru di Kabupaten Kupang dalam mengimplementasikan KKA.
Komitmen untuk Transformasi Pendidikan NTT
Keberhasilan diklat ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dan komitmen seluruh 24 peserta. Sebagai penutup, setiap peserta mengisi Surat Pernyataan Komitmen sebagai bukti keseriusan untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh di sekolah masing-masing.
Melalui pelatihan ini, YSKK dan Kemendikdasmen berharap para guru peserta Bimtek dapat menjadi agen perubahan efektif yang membawa Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial ke ruang kelas, dan pada akhirnya, turut serta dalam upaya transformasi pendidikan Indonesia agar lebih modern dan relevan dengan kebutuhan global, dimulai dari NTT.(ard)








