Menghayati Misteri Kasih di Jumat Agung Paroki Buraen: Mengapa Harus Lewat Jalan Salib?

Reporter: ardo 
| Editor: Redaksi
Paroki St. Yohanes Pemandi Buraen dalam Ibadat Jumat Agung.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Adorasi Salib dan Komuni Suci yang Syahdu

Setelah homili, ibadat dilanjutkan dengan Upacara Pengecupan Salib atau Adorasi Salib Suci. Prosesi ini menjadi momen paling emosional bagi umat Paroki Buraen. Dengan mengecup salib, umat secara simbolis menyatakan kesediaan untuk “memeluk” salib hidup mereka masing-masing dan menyatukannya dengan penderitaan Kristus.

Ibadat Jumat Agung ini ditutup dengan upacara Komuni Suci. Suasana semakin syahdu berkat iringan lagu-lagu persembahan dari koor KBG Mawar Gaib dan Stasi Nekmese yang mengalun lembut, membawa kedamaian bagi seluruh umat yang hadir.

Bacaan Lainnya

Umat Paroki St. Yohanes Pemandi Buraen merayakan Jumat Agung bukan sebagai ritual belaka, melainkan sebagai saat untuk bangkit menjadi ‘manusia terang’. Dengan hati yang bersih dari dosa, umat kini melangkah pasti menuju kemuliaan Paskah.( Ard)

Pos terkait