Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KUPANG, NarasiTimur.com– Sukacita dan keharuan membuncah di Kokraen Kelurahan Buraen, Amarasi Selatan. Umat Katolik Paroki St. Yohanes Pemandi Buraen maupun keluarga menyambut kepulangan RD. Yoseph Pehe, putra asli daerah, yang baru ditahbiskan menjadi imam 19 September 2025 lalu di Maumere.
Perayaan penjemputan pada Kamis 9 Oktober 2025 ini menjadi sangat istimewa. Momen ini menandai dimulainya rangkaian Misa Syukur Sang Yubilaris di tanah kelahirannya.
Iring-iringan meriah dari Paroki menuju rumah keluarga membuka acara. Dentuman ritmis Drum Band Siswa-siswi SMPK St. Gregorius Buraen memimpin barisan.
Alunan musik pelajar sukses menggerakkan langkah kaki umat dan masyarakat. Kebanggaan ini menyatukan seluruh lapisan masyarakat, baik Katolik maupun Kristen Protestan. Mereka semua bangga terhadap putra Almarhum Bapak Sir Thomas Pehe dan Ibu Sofia Watu ini.
Darah Amarasi: Romo Yoseph Pehe Dikenakan Busana Adat
Puncak penjemputan terjadi di Gapura Penjemputan. RD. Yoseph Pehe disambut secara adat istiadat Amarasi. Ia diwajibkan mengenakan Pakaian Adat Amarasi yang lengkap.
Pemasangan kain tenun dan kelengkapan adat ini simbol penghormatan mendalam. Tindakan ini menegaskan identitas Romo Yoseph Pehe. Ia tetap putra yang terikat kuat dengan tanah leluhurnya, meski melayani Gereja universal.
Setelah resmi mengenakan busana adat, Romo Yoseph diarak menuju rumah keluarga. Perjamuan dan perayaan sukacita telah menanti. Setelah itu, ia memimpin Misa Syukur perdananya di kediamannya di tengah keluarga di Kokraen Kelurahan Buraen.






