Program Generation Ready (GENRE) Resmi Diluncurkan Di NTT, Persiapkan Anak-Anak Pesisir Hadapi Dampak Bencana

Reporter: Ryan 
| Editor: Redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

KUPANG, NarasiTimur.com- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Save the Children Indonesia dan Yayasan CIS Timor, dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Australia melalui DFAT–ANCP, meluncurkan Program Generation Ready (GENRE).

Inisiatif berdurasi dua tahun ini berfokus pada peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan anak-anak serta komunitas sekolah dasar di wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim dan bencana alam.

Acara peluncuran program ini berlangsung di Hotel Neo Kupang pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Ruth Diana Laiskodat, S.Si., Apt., M.M., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi NTT, secara resmi membuka kegiatan, mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur.

Dalam sambutan yang dibacakan Ruth D. Laiskodat, Gubernur NTT menyampaikan apresiasi atas kehadiran program GENRE.

Ia mengatakan bahwa bagi anak-anak yang tumbuh di pesisir Nusa Tenggara Timur, laut adalah halaman depan, tempat bermain, sekaligus sumber kehidupan.

Menurutnya, garis pantai bukan sekadar batas geografis, melainkan urat nadi budaya dan ekonomi yang menopang generasi.

“Perubahan iklim secara sistematis mengikis keamanan anak-anak melalui naiknya permukaan air laut, abrasi yang tak henti-henti, dan badai yang semakin ganas. Dalam menghadapi realitas ini, menanamkan kesadaran akan perubahan iklim sejak dini kepada anak-anak sekolah di pesisir NTT bukan lagi sekadar tambahan kurikulum, melainkan sebuah strategi pertahanan fundamental untuk membangun generasi yang tangguh dan menjadi garda terdepan dalam mitigasi bencana pesisir,” tegas Ruth.

GENRE Fokus pada SPAB dan Perlindungan Kelompok Rentan

Haris Oematan, Direktur Yayasan CIS Timor, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dengan fokus pada perlindungan anak.

Pos terkait