Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KUPANG, NarasiTimur.com – Wilayah Amarasi di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak dulu menjadi pusat perhatian sektor peternakan nasional.
Bukan karena teknologi canggih, melainkan berkat keunggulan sistem paronisasi sapi dengan sumber pakan Lamtoro.
Lamtoro saat ini terus dikembangkan dengan sejumlah varietas dan yang terkini lamtoro Taramba atau Tanaman leguminosa ini menjadi pilar utama Sistem Amarasi, sebuah model penggemukan Sapi Bali yang telah diakui dan dijadikan percontohan secara nasional.
Lamtoro Taramba, yang dijuluki ‘Emas Hijau’ Amarasi, terbukti mampu mengatasi tantangan utama peternakan di lahan kering: ketersediaan pakan berkualitas sepanjang tahun, termasuk saat musim kemarau ekstrem.
Keberhasilan para peternak di Amarasi yang mengandalkan Lamtoro Taramba untuk meningkatkan bobot Sapi Bali secara signifikan telah menarik perhatian serius dari pemerintah pusat.
Kabupaten Kupang, yang wilayah Amarasi menjadi sentranya, secara resmi ditetapkan sebagai daerah percontohan pengembangan Lamtoro Taramba untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak nasional.
Dukungan ini sebelumnya pernah disampaikan langsung oleh Mantan Bupati Kupang, Korinus Masneno.
Pada masa pemerintahannya periode 2019-2024 pengembangan Lamtoro Taramba adalah bagian dari program prioritas daerah dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat peternak.
“Wilayah kami telah ditetapkan sebagai daerah percontohan pengembangan tanaman Lamtoro Taramba guna memenuhi kebutuhan pakan ternak nasional,” ujar Korinus Masneno kala itu.
Sistem Amarasi
Sistem Amarasi, merupakan model kemitraan antara peternak dan investor, bergantung hampir 100% pada daun Lamtoro sebagai pakan utama di dalam kandang.







