Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KEFAMENANU, NarasiTimur.com – Pertengkaran sepele mengenai masalah air menjadi pemicu utama di balik insiden pembunuhan beruntun yang dilakukan oleh tersangka Landelinus Kuabib di Desa Amol, TTU, pada 13 Oktober 2025.
Fakta ini terungkap dalam proses rekonstruksi yang dipimpin Kasatreskrim Polres TTU Iptu Rizaldi Haris pada Senin 24 November 2025 kemarin
Pertengkaran Sepele Berakhir Sadis
Menurut kronologi yang langsung dilakoni tersangka dalam reka ulang adegan tersebut saat tersangka Landelinus Kuabib tiba di rumahnya. Ia memanggil istrinya, Emiliana Oetpah, yang saat itu sedang mengumpulkan buah asam di dapur.
Pertengkaran terjadi setelah Emiliana menuduh tersangka berbohong terkait air yang belum kunjung tiba meski tersangka mengaku sudah memesannya.
“Ucapan istri yang menuduh tersangka berbohong memicu pertengkaran dan adu mulut,” jelas Iptu Rizaldi Haris.
Dalam kondisi emosi, tersangka mengambil parang yang terselip di dinding dapur.
Ia langsung mengayunkan parang ke leher kanan Emiliana Oetpah. Korban yang jatuh menjerit kemudian terus dianiaya dengan tebasan berulang di bagian kepala, leher, pipi, telinga, dan tangan hingga tewas.
Rentetan pembantaian berlanjut saat tersangka mendengar teriakan Lusiana Kuabib (Korban kedua). Landelinus Kuabib langsung mengejar Lusiana. Tebasan pertama Lusiana tangkis dengan tangan kanan, namun tebasan berikutnya mengenai bahu kanannya dan terus dikejar hingga masuk rumah.
Aksi Landelinus ini sempat mengenai saksi Yuliana Talan dengan samping parang, sebelum ia kembali menebas kepala Lusiana.







