Penemuan Jenazah Fatubraon, Ayah Korban Ungkap Anaknya Alami Gangguan Pendengaran Sejak Kuliah

Reporter: Ryan 
| Editor: Redaksi
Proses evakuasi korban yang ditemukan meninggal di bawah jurang bukit Fatubraon, Sabtu 22 November 2025 dini hari.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

KUPANG, NarasiTimur.com – Tragedi penemuan jenazah Sariyanti Silla (38) di Bukit Fatubraon menyisakan duka mendalam bagi keluarga di Desa Oenoni I, Kecamatan Amarasi.

Dalam keterangan kepada kepolisian, ayah korban, Soleman Silla,  mengungkapkan bahwa almarhumah Sariyanti adalah sosok anak yang penurut dan pendiam.

Bacaan Lainnya

Karena sifatnya yang tertutup, keluarga mengaku tidak mengetahui permasalahan spesifik yang mungkin dialami korban sebelum kepergiannya.

Lebih lanjut, Soleman Silla juga mengonfirmasi bahwa korban tidak memiliki penyakit serius . Namun, anaknya mengalami gangguan pendengaran (tuli-red) saat masa kuliah di Unkris Kupang.

Meskipun begitu keluarga tidak pernah membebani korban dengan penyakitnya dan dia selalu beraktifitas seperti biasa di rumah.

Menurut keterangan Soleman Silla, pagi hari Kamis 20 November 2025 dimulai seperti biasa.

Sekitar pukul 07.00 WITA, ia melihat putrinya, Sariyanti Silla, selesai mandi dan sempat menikmati secangkir teh di meja makan.

Pukul 08.00 WITA, korban meninggalkan halaman rumahnya di Desa Oenoni I menggunakan sepeda motor Honda Beat biru-putih (DH 2854 HZ). Korban tidak memberitahukan tujuannya.

Kecurigaan muncul saat hari mulai petang dan Sariyanti tak kunjung kembali. Soleman Silla mulai menghubungi nomor telepon putrinya, namun nomor tersebut tidak aktif.

Ia kemudian meminta anak laki-laki dan kerabatnya untuk mencari keberadaan Sariyanti di lingkungan keluarga sekitar, namun hasilnya nihil.

Petunjuk Dari Media Sosial

Pada malam harinya, Jumat 21 November 2025, sekitar pukul 20.00 WITA, secercah petunjuk muncul.

Pos terkait