Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Keluarga korban dihubungi melalui telepon oleh seseorang yang mengonfirmasi bahwa motor Beat milik Sariyanti yang sempat viral di media sosial sedang terparkir di tempat wisata Bukit Fatubraon.
Mendengar kabar tersebut, Soleman Silla, kakak korban Yeremias Sila, dan beberapa kerabat dari Desa Oenoni segera bergegas menuju Kelurahan Buraen untuk memastikan informasi.
Sekitar pukul 20.55 WITA, Soleman Silla dan rombongan tiba di Fatubraon. Motor Beat biru-putih milik Sariyanti terparkir tepat di bawah pohon beringin.
Tanpa membuang waktu, Soleman Silla bersama pengelola wisata dan anggota keluarga langsung memulai pencarian intensif di sekitar jurang Bukit Fatubraon.
Pencarian yang berlangsung di tengah kegelapan ini berakhir tragis sekitar pukul 22.00 WITA korban ditemukan tewas di dasar jurang/tebing bagian timur bukit Fatubraon dengan perkiraan ketinggian 70 meter dari puncak bukit.
Saat ditemukan tak tanda kekerasan lain di tubuh korban selain luka akibat benturan sesuai hasil pemeriksaan polisi.
Dugaan sementara pihak berwajib adalah korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara membuang diri dari puncak tempat wisata Bukit Fatubraon.
Meskipun demikian, pihak keluarga korban, diwakili oleh Soleman Silla, menyatakan menerima kematian Sariyanti Silla sebagai musibah.
Keluarga secara resmi telah membuat Surat Pernyataan Penolakan Autopsi, sehingga pemeriksaan medis lebih lanjut oleh dokter tidak dilakukan.
Setelah olah TKP selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan sesuai dengan tradisi dan adat istiadat yang berlaku.(bos)








