Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KUPANG, NarasiTimur.com- Kantor Bupati Kupang di Oelamasi nyaris lumpuh. Ratusan masyarakat penyintas bencana Badai Siklon Tropis Seroja kembali turun ke jalan pada hari Selasa, 14 Oktober 2025, menuntut realisasi janji yang sudah terlalu lama digantungkan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang.
Aksi massa yang dipimpin oleh Hendrik Djawa ini memiliki tujuan ekstrem menyegel Kantor Bupati Kupang sebagai puncak kekecewaan atas janji pembayaran dana bantuan Seroja yang tak kunjung terealisasi.
Sejak pagi, massa yang menuntut hak mereka telah menduduki pelataran depan lobi lantai dua gedung bupati, menuntut kejelasan terkait pencairan dana bantuan Badai Seroja yang telah dijanjikan dan tertunda sekian lama.
Mereka mendesak kepastian penyaluran sisa dana bantuan yang dikabarkan mencapai Rp10 miliar untuk lebih dari 5.000 kepala keluarga korban.
Puncak Ketegangan: Massa Aksi Tandingan Muncul
Tingginya tensi unjuk rasa mencapai titik didih ketika niat penyegelan kantor bupati terhalang oleh kemunculan kelompok massa lain.
Forum masyarakat Kabupaten Kupang tiba-tiba menggelar aksi tandingan, secara tegas berorasi menolak rencana penyegelan tersebut. Mereka berupaya keras menghalangi upaya massa penyintas untuk melumpuhkan aktivitas pemerintahan.
Situasi di depan kantor bupati seketika memanas. Sejumlah masyarakat dari kubu penyintas yang kecewa dan merasa haknya terampas, dipimpin oleh Hendrik Djawa, terpancing emosi oleh orasi dari kubu tandingan.
Blokade ketat yang telah disiagakan oleh kepolisian sejak pagi harus bekerja keras mencegah bentrok fisik yang lebih besar.








