Ketika Dana BOS SMAN 1 Amarasi Disulap Jadi Modal Wirausaha Pendidikan NTT

Reporter: Ryan 
| Editor: Redaksi
Oplus_131072

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

KUPANG, NarasiTimur.com- SMAN 1 Amarasi mencuri perhatian Gubernur NTT dimana mereka menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai modal kerja untuk produksi pertanian.

Modal dari Dana BOS itu mereka salurkan untuk menyukseskan program  ‘One School One Product’ (OSOP) dengan menanam tomat sebanyak 4.000 pohon.

Bacaan Lainnya

Hasilnya sungguh luar biasa, hasil panen Tomat tersebut mereka tampilkan saat kunjungan Gubernur NTT Melki Laka Lena yang berkunjung disana, Kamis 11 Desember 2025.

Langkah berani yang diambil sekolah ini disebut Gubernur NTT Melki Laka Lena sebagai transformasi pendidikan yang menyentuh ekonomi riil.

Gubernur Melki Laka Lena, yang ikut melakukan panen raya bersama sejumlah pejabat lingkup Pemprov NTT memberikan apresiasi tinggi. Ia menegaskan bahwa praktik SMAN 1 Amarasi adalah sekolah model yang harus ditiru.

“Ini bukan sekolah konsumtif, tapi sekolah yang sudah masuk tahap entrepreneurship. Anak-anak belajar bagaimana uang diputar, bukan hanya dibelanjakan. Mereka berani menggunakan Dana BOS sebagai modal produksi, lalu mengembalikannya dari hasil panen. Ini adalah langkah besar menuju pendidikan berbasis kewirausahaan,” ujar Gubernur Melki.

Hal yang dilakukan SMAN 1 Amarasi ini kata dia menunjukkan perubahan paradigma dimana Dana BOS yang umumnya digunakan untuk operasional rutin, kini difungsikan sebagai modal bergulir untuk kegiatan produktif yang melatih siswa langsung dalam manajemen, produksi, dan siklus ekonomi.

Melihat hasil yang baik ini, menambah keseriusan pemerintah  Provinsi NTT agar setiap sekolah memiliki satu produk unggulan yang dikembangkan secara mandiri oleh guru dan siswa.

Pos terkait