Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Mari kita renungkan kembali: Jika seorang anak harus mati karena tidak mampu memiliki buku dan bolpoin, maka yang mati sebenarnya bukan hanya satu nyawa.
Yang mati adalah kemanusiaan dan nurani kita bersama. Jangan biarkan ada lagi pena yang patah sebelum sempat menuliskan masa depannya.***







