Mengubur Masa Depan Di Ujung Pena: Ketika Harapan Menjadi Barang Mewah Di NTT

Oleh : dr. Christian Widodo
Ketua DPW PSI NTT

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Mari kita renungkan kembali: Jika seorang anak harus mati karena tidak mampu memiliki buku dan bolpoin, maka yang mati sebenarnya bukan hanya satu nyawa.

Yang mati adalah kemanusiaan dan nurani kita bersama. Jangan biarkan ada lagi pena yang patah sebelum sempat menuliskan masa depannya.***

Pos terkait