Kekerasan Di Ruang Kelas: Dampak Psikologis Bagi Siswa Sekolah Dasar Serta Relevansinya Dengan Profesi Keguruan

Oleh : Miryam Antoneta Afy Tnunay
Mahasiswa Pendiddikan Guru Universitas Pamulang 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Teori yang relevan: Teori Perkembangan Emosi Goleman menjelaskan bahwa pengalaman emosional negatif yang intens pada masa kanak-kanak dapat mengganggu perkembangan kecerdasan emosional, termasuk kemampuan mengatur emosi, empati, dan interaksi sosial.

2. Menurunnya Motivasi Belajar

Rasa tidak aman membuat siswa sulit berkonsentrasi, tidak berani bertanya, dan kehilangan kemauan untuk terlibat dalam pembelajaran.

Teori: Berdasarkan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, kebutuhan dasar seperti rasa aman harus terpenuhi terlebih dahulu agar motivasi belajar dapat berkembang. Jika ruang kelas dipenuhi kekerasan, siswa tidak dapat mencapai tahap aktualisasi diri dalam belajar.

3. Rendahnya Kepercayaan Diri

Labeling negatif dari guru maupun teman sebaya dapat membuat siswa merasa dirinya tidak kompeten.

Teori: Teori Labeling Howard Becker menyatakan bahwa label yang diberikan oleh lingkungan dapat memengaruhi perilaku dan cara individu memandang dirinya sendiri. Ketika siswa diberi label negatif, mereka cenderung menginternalisasi label tersebut dan menampilkan perilaku sesuai label.

4. Gangguan Interaksi Sosial

Siswa korban kekerasan cenderung menarik diri, sulit bergaul, dan sering kali memilih untuk menyendiri.

Teori: Menurut Erik Erikson pada tahap “Industry vs Inferiority”, anak usia sekolah dasar harus mengembangkan rasa percaya diri melalui keberhasilan dan penghargaan. Kekerasan menghambat pencapaian tahap ini, sehingga anak tumbuh dengan rasa inferior.

5. Trauma Jangka Panjang

Pada kasus tertentu, kekerasan yang dialami secara berulang dapat memunculkan trauma jangka panjang seperti mimpi buruk, ketakutan bersekolah (school phobia), gangguan tidur, hingga Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Trauma ini dapat terbawa hingga remaja bahkan dewasa, memengaruhi pola hubungan, prestasi belajar, dan kesehatan mental.

Pos terkait