Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KUPANG, NarasiTimur.com- Inspeksi mendadak dari Ombudsman antt di RS Pratama Boking, yang berada di perbatasan TTS dan Malaka, menemukan fakta bahwa fasilitas tersebut jauh dari standar operasional
Kunjungan mendadak yang dilakukan oleh Kepala Ombudsman Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, pada Rabu 29 Oktober 2025, mengungkap kondisi fasilitas yang rusak parah dan minimnya tenaga medis.
Gedung Rusak dan Krisis SDM
Darius mengungkapkan, akses jalan menanjak penuh lubang. Di dalam gedung, banyak pintu ruangan rusak berat, dan bangunan di bagian belakang dilaporkan mangkrak dan tidak dapat digunakan.
Saat kunjungan, seluruh tenaga kesehatan tidak berada di tempat karena jam operasional (07.30 – 14.00 WITA) telah berakhir.
Plh. Direktur RS Pratama Boking yang dikonfirmasi via telepon mengungkapkan RSP Boking tidak memiliki dokter dan hanya ditopang oleh lima tenaga kesehatan (2 perawat, 1 bidan, 1 gizi, 1 administrasi).
Jumlah ini sangat jauh dari syarat minimal RS Pratama Tipe D sesuai regulasi Kementerian Kesehatan.
Akibatnya, layanan IGD tidak berfungsi, dan stok obat dilaporkan sedang kosong. Kondisi ini membuat masyarakat di sekitar Boking lebih memilih dirujuk ke RS Betun di Kabupaten Malaka daripada ke RSUD Soe yang jaraknya lebih jauh.
Darius menegaskan bahwa kondisi pelayanan kesehatan dasar yang terabaikan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.
Kondisi RS Boking yang rusak dan tidak berfungsi optimal ini memiliki akar masalah dari awal pembangunannya. RS Pratama Boking dibangun sejak tahun 2017 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dengan total pagu anggaran sebesar Rp17,4 miliar lebih. Proyek tersebut rampung pada akhir 2018.







