Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KUPANG, NarasiTimur.com – Ibadah syukuran panen Musim Tanam (MT) 2 di Sawah Teres, Amarasi Selatan, berubah menjadi kacau setelah seorang oknum Polisi Pamong Praja (Pol PP) berinisial BK diduga menganiaya warga.
Korban, Kris Tnunay, mengalami luka berdarah di pelipis dan harus dilarikan ke Puskesmas Sonraen.
Insiden penganiayaan ini terjadi pada Rabu 26 November 2025 sekitar pukul 16.30 WITA, di mana pelaku BK hadir mendampingi Camat Amarasi Selatan dalam acara syukuran tersebut.
Menurut keterangan Adony Tnunay, saudara korban, penganiayaan terjadi tanpa ada pertengkaran atau pemicu verbal sebelumnya.
Pelaku BK dan korban Kris Tnunay sedang duduk bersama dirinya dan sejumlah warga lain mengonsumsi minuman keras (miras) bersama para petani pesawah.
“Kami duduk sama-sama dan tidak ada bahasa yang menyinggung dia juga tidak ada pertengkaran sebelumnya, kami juga heran kok dia sampai pukul saudara saya, saya yang dia pukul pertama,” ungkap Adony Tnunay.
Secara tiba-tiba, pelaku BK berdiri dan langsung menganiaya korban Kris Tnunay hingga menyebabkan pelipis korban berdarah.
Aksi penganiayaan ini langsung menyulut emosi sejumlah warga di lokasi. Adony Tnunay mengakui beberapa warga sempat mengeroyok balik pelaku, namun situasi segera dilerai.
Pasca insiden, korban Kris Tnunay langsung dilarikan ke Puskesmas Sonraen untuk mendapatkan perawatan medis dan melakukan visum sebagai bukti hukum.
Sementara itu, pelaku BK langsung diamankan. Bhabinkamtibmas Polsek Amarasi menjemput pelaku dari rumah korban dan membawanya ke Polsek Amarasi untuk menghindari amuk massa lebih lanjut.






