Syukuran Pancawindu THS-THM di Keuskupan Agung Kupang, Uskup Beri Pesan Militansi Rohani

Reporter: ardo 
| Editor: Redaksi
Syukuran Pancawindu THS-THM di Keuskupan Agung Kupang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Kupang,Narasitimur.com– Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS-THM) genap berusia 40 tahun (pancawindu).

Momen ini juga dirayakan Keluarga besar Organisasi THS-THM lingkup Keuskupan Agung Kupang dalam sejumlah rangkaian kegiatan Syukuran.

Bacaan Lainnya

Tahun ini perayaan berpusat di Gereja Katolik Santa Familia Sikumana, Kupang selama dua hari penuh, dari tanggal 28 hingga 29 November 2025

Rangkaian Kegiatan dan Spiritualitas

Kegiatan dimulai pada tanggal 28 November dengan Renungan Malam yang khusyuk. Keesokan harinya, seluruh anggota melanjutkan dengan Latihan Bersama yang menegaskan semangat disiplin dan persaudaraan.

Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025. Ratusan anggota THS-THM menandai puncak ini dengan Misa Syukur yang sakral.

Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakenoni, memimpin misa syukur perayaan ini.

THS-THM Laskar Kristus

Dalam homilinya yang menyentuh, Mgr. Hironimus Pakenoni mengajak umat untuk bersyukur atas perjalanan 40 tahun (Pancawindu) dan 39 tahun perjalanan panggilan, latihan, disiplin, dan pembinaan iman.

“Hari ini, kita bersyukur atas 40 tahun perjalanan Panggilan, Latihan, Disiplin, dan Pembinaan Iman. Ini adalah kesediaan untuk menjadi Laskar-laskar Kristus dan Maria dalam arti rohani yang sesungguhnya.” Ungkap Uskup Pakaenoni.

Lebih lanjut, Uskup berpesan THS-THM dipanggil menjadi umat yang setia dan tegar di tengah tantangan. Mereka harus teguh mempertahankan iman.

Uskup menambahkan, membela nilai gerejawi bukan dengan kekerasan. Sebaliknya, gunakan karakter, disiplin diri, penguasaan diri, dan teladan hidup yang luhur.

Uskup Agung Kupang mengingatkan anggota THS-THM tentang kondisi dunia. Dunia saat ini penuh dengan distraksi, godaan kenyamanan, budaya instan, dan ketergesa-gesahan. Oleh karena itu, Uskup mengingatkan agar anggota THS-THM memegang teguh Roh dan spirit kewaspadaan

Selain itu, Organisasi THS-THM dipanggil menjadi pribadi yang siap sedia. Mereka harus tidak lengah atau terbuai godaan dunia. THS-THM harus siap menjadi laskar yang menjaga garis depan kehidupan rohani.

Uskup menekankan bahwa esensi THS-THM saat ini bukan sekadar atribut dan kegiatan fisik seperti baris-berbaris, melainkan Spiritualitas Militansi Kemiliteran Kristen.

Pos terkait