Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Keberaniannya inilah yang dianggap “menentang peraturan baru” oleh Kepolisian Jepang. Ia ditangkap, dipenjara, dan pada 7 Juli 1945, Peter To Rot dibunuh dengan suntikan mematikan di usia 33 tahun. Ia gugur sebagai martir, memegang teguh imannya.
Santo Peter To Rot diperingati setiap tanggal 7 Juli. Ia menjadi warisan rohani yang hidup dan sumber kebanggaan bagi umat Katolik di Papua dan Melanesia.(bos)






