Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KUPANG, NarasiTimur.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama periode 16 hingga 23 Desember 2025.
Wilayah NTT secara umum telah memasuki musim hujan dan diprediksi akan diguyur Hujan Sedang hingga Lebat yang berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat.
BMKG secara tegas meminta masyarakat untuk waspada akan dampak dari hujan lebat ini, yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Kondisi cuaca ekstrem ini didukung oleh beberapa faktor dinamika atmosfer yang terpantau pada 16 Desember 2025.
Salah satu pemicu utama adalah keberadaan dua bibit siklon yang mengapit wilayah NTT yakni Bibit Siklon Tropis 93S yang yerbentuk sejak 11 Desember 2025 di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa Timur dan diprakirakan bergerak ke arah Barat, menjauhi NTT.
Lalu Bibit Siklon 95S yang terbentuk sejak 15 Desember 2025 di Laut Arafura dan diprakirakan bergerak ke arah tenggara, juga menjauhi NTT.
Meskipun bergerak menjauh, kedua bibit siklon ini, mengakibatkan terbentuknya daerah belokan, pertemuan, dan perlambatan kecepatan angin, serta aktifnya gelombang ekuatorial low.
Ditambah lagi dengan aktifnya Monsun Asia, faktor-faktor ini mendukung peningkatan pertumbuhan awan yang menyebabkan Hujan Sedang hingga Lebat.
Prospek Cuaca NTT
Secara umum, kondisi cuaca diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan Tebal. Namun, potensi Hujan Sedang hingga Lebat sangat tinggi di pulau-pulau utama, terutama pada awal periode prakiraan (16–18 Desember 2025).
Pulau Timor, Pulau Sumba, dan Pulau Flores diprediksi berpotensi mengalami Hujan Sedang hingga Lebat dari tanggal 16 hingga 18 Desember 2025.
Intensitas hujan ini akan sedikit berkurang di Pulau Timor pada 19–23 Desember menjadi Hujan Ringan hingga Sedang, namun Hujan Sedang hingga Lebat masih berlanjut di Pulau Sumba dan Flores.
Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Lembata, Pulau Alor, dan Pulau Pantar umumnya berpotensi mengalami Hujan Ringan hingga Sedang.
Suhu udara umum di NTT berkisar antara 16 – 34°C, dengan kecepatan angin bervariasi dari Timur – Selatan dan Barat – Barat Laut dengan kecepatan 5-30 km/jam.
Masyarakat di seluruh wilayah NTT diimbau untuk waspada dan terus memantau pembaruan prakiraan mingguan dari Stasiun Meteorologi El Tari Kupang untuk antisipasi perubahan cuaca yang cepat.(bos)






