Polsek Amarasi Selidiki Kasus Penganiayaan di Habo, Tim INAFIS Polres Kupang Turun Tangan Olah TKP

Reporter: ardo 
| Editor: Redaksi
Oplus_131072

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

KUPANG, NarasiTimur.Com-Kepolisian Resor Kupang Sektor Amarasi bergerak cepat merespons laporan dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di wilayah Habo pada 1 Januari 2026 kemarin.

Pagi tadi, pihak kepolisian turun ke TKP melakukan pendalaman intensif guna mengungkap kronologi dan motif di balik peristiwa tersebut.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Amarasi, Iptu Basilo Pareira.SH, yang dikonfirmasi, Jumat 2 Januari 2026 menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini.

Kepada NarasiTimur.com, ia menyatakan bahwa jajarannya tengah bekerja keras di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti otentik.

Olah TKP Bersama Tim INAFIS

Untuk memperkuat bukti-bukti di lapangan, Polsek Amarasi menggandeng Tim Identifikasi (INAFIS) dari Polres Kupang.

Kehadiran tim ahli ini bertujuan untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara saintifik.

“Saat ini personel kami sedang berada di lokasi untuk melakukan olah TKP bersama tim INAFIS Polres Kupang. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti fisik dan keterangan saksi untuk memperjelas duduk perkara,” ujar Iptu Basilo Pareira.

Iptu Basilo menambahkan bahwa status kasus ini masih dalam tahap pendalaman. Pihak kepolisian berkomitmen untuk memproses laporan ini secara transparan dan profesional.

“Kami sedang mendalami laporan tersebut. Semua pihak yang terkait akan dimintai keterangan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian,” lanjutnya.

Pada saat yang bersamaan juga ada 3 laporan yang di terima Polsek Amarasi penganiayaan,perusakan rumah dan perusakan motor.

Sebelumnya, sekelompok warga dusun Habo Desa Retraen kembali berulah dengan melakukan penghadangan dan penganiayaan terhadap pengendara motor yang melintas pada Kamis, 1 Januari 2026.

Palmo Feni kali ini yang menjadi korban pemukulan yang diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras.

Saat dianiaya Palmo Feni saat itu tengah membonceng istri dan anaknya yang masih bayi.

Akibat insiden ini, korban mengalami luka robek di bagian wajah, sementara anak dan istrinya mengalami trauma hebat.

Dari keterangan yang diperoleh dari korban, Palmo mengaku melintas dari Sahraen menuju Buraen, saat tiba di wilayah Dusun Habo, tiba-tiba, motor korban dihentikan paksa oleh sekelompok orang.

Tanpa alasan yang jelas, salah satu pelaku melayangkan tendangan dari arah belakang yang mengenai istri dan anak korban hingga kesakitan dan menangis histeris.

Para terduga pelaku mulai mengerumuni keluarga kecil tersebut. Salah satu oknum warga berinisial DN sempat melontarkan tuduhan palsu sebelum pemukulan terjadi.

Palmo Feni saat ini mengamankan diri setelah menderita luka di pelipis akibat hantaman kepalan tangan pelaku dan segera membuat laporan polisi di Polsek Amarasi.

Kasus ini juga memicu keresahan warga sekitar mengingat aksi serupa sering terjadi di lokasi yang sama.ard

Pos terkait