Klarifikasi Pol PP, Yostan Ungkap Detik-Detik Dikeroyok Massal Saat Lampu Padam Usai Cekik Warga di Sawah Teres

Reporter: Ryan 
| Editor: Redaksi
Oplus_131072

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

KUPANG, NarasiTimur.com- Kasus dugaan penganiayaan dana Pengeroyokan yang melibatkan oknum Polisi Pamong Praja (Pol PP) Yostan Soleman Kapitan dan warga Kelurahan Buraen, Kris Arianto Tnunay, semakin panas.

Yostan kepada NarasiTimur.com, Minggu 30 November 2025 menegaskan bahwa tindakannya pada Rabu 26 November 2025 di lokasi syukuran panen sawah Teres itu adalah reaksi balasan, dan ia justru menjadi korban pengeroyokan massal.

Bacaan Lainnya

YSK menjelaskan, kehadirannya di lokasi adalah dalam rangka mendampingi kegiatan Camat, dan setelah acara resmi selesai, mereka duduk bersama petani untuk menikmati moke sebagai bentuk kebersamaan.

Namun, ia mulai merasa situasi tidak nyaman ketika petani yang duduk di sekitarnya mulai berbicara menggunakan bahasa daerah dengan nada tinggi yang tidak ia pahami.

“Saya duduk dan menyimak saja. Saya melihat mereka mulai saling tunjuk,” terangnya.

Merasa situasi mulai tidak kondusif, ia mencoba mengajak Camat untuk segera meninggalkan tempat tersebut dengan memberi tanda waktu kepada Camat.

Tindakan YSK untuk mengajak Camat beranjak rupanya dianggap oleh salah satu warga, Adony Tnunay, sebagai tindakan yang kurang beretiket.

“Dia tanya saya siapa, lah dia tidak lihat saya datang pakai seragam? Percuma saya jelaskan untuk orang mabuk, dia berdiri dan berkacak pinggang sambil menunjuk wajah saya,” ungkap Yostan.

Merasa tidak terima dengan tindakan provokatif tersebut, Yostan melakukan tindakan balasan dengan mencekik Adony Tnunay.

Tindakannya mencekik Adony langsung memancing amarah warga sekitar, terutama Kris Tnunay yang disebut sudah dalam pengaruh miras.

Pos terkait